Emosi anak yang masih tidak stabil sangat memungkinkan mudah marah. Terkadang orang tua akan panik saat anaknya marah. Bahkan ada yang membalas kemarahan tersebut. Padahal, Anda seharusnya mampu menangani amarah anak. Berikut tips parenting untuk menenangkan anak yang sedang marah.

  1. Bicara Pelan-Pelan dengan Anak

Hal pertama yang bisa Anda lakukan saat anak marah yaitu bicara dengan nada pelan dan halus. Tentunya Anda harus sabar dalam menanggapi si kecil. Anak-anak akan lebih tenang saat orang tuanya mampu bicara dengan kata-kata yang halus dan penuh perhatian.

  1. Dengarkan Keluhan Anak

Orang tua harus mau mendengarkan keluhan anak dengan saksama. Jika Anda mendengar keluhan anak, bicaralah secara baik-baik. Nasihati dengan kata-kata yang halus dan mampu menyentuh hatinya juga membuka pemikirannya.

  1. Berikan Pelukan yang Hangat

Sebuah pelukan akan membuat anak Anda tenang. Saat Anda memeluk si kecil sebisa mungkin bisikkan kalimat yang bisa membuatnya lebih tenang dan reda amarah. Anda bisa menunjukkan rasa simpati agar rasa marah segera hilang.

  1. Sabar dan Tegas

Anda tidak hanya bersikap sabar tetapi harus tegas kepada anak. Sabar dengan anak bukan berarti berlebihan sehingga membuat anak menjadi manja. Setiap tips parenting harus disisipi ketegasan dengan menasihati dan mengajak untuk memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat.

Kemarahan merupakan energi yang bisa dirasakan dalam tubuh. Saat anak marah, Anda mengalihkan perhatian anak dengan mengajaknya melakukan permainan favorit. Misalnya Anda melakukan kejar-kejaran, petak umpet, atau bersepeda.

Berikan alat yang bisa menyalurkan amarah. Ketika marah, seseorang cenderung meremas atau mengepalkan tangan dengan kencang. Benda seperti bola-bola bisa dimanfaatkan sebagai media penyaluran emosi anak. Anak juga bisa menginjak kaki saat sedang marah. Namun jangan sampai mengganggu kenyamanan orang lain saat berada di tempat ramai atau tempat umum.

  1. Jangan Gunakan Kata-Kata Anda

 Saat anak Anda marah, sisi emosional di sebelah kanan otaknya tidak menyerap bahasa dengan baik. Berusaha untuk menjelaskan mengapa anak tidak boleh marah, dekati dia dengan rasa empati sehingga anak merasakan bahwa Anda turut memahami rasa sakit yang sedang dialaminya merupakan cara yang tepat.

  1. Rileksasi Sederhana

Ini adalah cara mudah bagi anak-anak untuk belajar dan mengingat, namun sebaiknya latih hal ini saat anak dalam keadaan tenang, saat anak sedang marah. Letakkan tangan Anda di perut dan biarkan anak melakukan hal yang sama sebanyak tiga kali pelan, kemudian bernapaslah dengan perut dengan perlahan.

Emosi yang tinggi atau marah bisa diselesaikan dengan berbagai hal dan tidak harus mengarah ke hal negatif. Kepedulian Anda terhadap si kecil saat marah sangat diperlukan. Tips parenting ini bisa Anda terapkan tiap kali si kecil marah. Sehingga Anda tidak boleh ikut emosi, melainkan jadilah penenang yang baik.