Definisi NPWP dan Fungsinya Untuk Masyarakat

Konsultan Pajak Jakarta – NPWP adalah singkatan dari Nomor Pokok Wajib Pajak yang diberikan oleh pemerintah pada wajib pajak yang nantinya akan dipakai sebagai identitas WP dalam melakukan kewajibannya serta haknya dalam sektor perpajakan.

NPWP wajib dimiliki tiap warga yang menetap di Indonesia, baik itu WP perorangan atau WP badan usaha. NPWP ini nantinya akan digunakan sebagai sarana adminisrasi perpajakan maupun acuan yang digunakan pemerintah untuk menarik tarif pajak atau dipakai WP untuk pengajuan kredit atau pembuatan sponsor dsb.

NPWP dikelompokkan dalam 2 kategori:

  1. NPWP Badan merupakan NPWP yang dimiliki oleh tiap badan maupun perusahaan yang mempunyai penghasilan di dalam negeri
  2. NPWP Pribadi dimiliki oleh masing-masing individu maupun setiap orang yang memperoleh penghasilan di dalam negeri.

Ada beberapa perbedaan antara NPWP Badan dan NPWP Pribadi, di antaranya adalah:

  1. Nama WP
  2. Alamat
  3. Pemilik perusahaan
  4. Jenis usaha serta cabangnya
  5. Nomor akta
  6. Informas harga yang dimiliki
  7. Dan informasi lainnya

Fungsi dari NPWP ini sangat banyak bukan hanya bermanfaat untuk pemerintah namun juga bisa bermanfaat untuk pemegang NPWP itu sendiri.

  1. Fungsi NPWP Untuk Pengusaha

Pada umumnya, NPWP ini akan digunakan untuk dapat melengkapi persyaratan kredit bank. Sebagai seorang pengusaha, terkadang ingin mengajukan restitusi atas pajak yang telah dibayarkan. Dan kelebihan dari pembayaran pajak umumnya terjadi jika Anda mempunyai transaksi jual beli dari pajak pertambahan nilai.

  • Fungsi NPWP Untuk Perusahaan

Fungsinya kurang lebih hampir sama dengan fungsi NPWP untuk pengusaha, bedanya NPWP ini dimiliki oleh perusahaan.

Prosedur membuat NPWP tidak sesulit seperti yang Anda bayangkan, Anda hanya perlu mengajukan permohonan pembuatan NPWP secara online dengan melakukan scanning data yang diperlukan, selanjutnya bisa mengambil NPWP ke kantor pajak.

Ada pun syarat untuk membuat NPWP pribadi di kantor pajak adalah fotokopi KTP/Paspor/KITAS/KITAP, untuk PNS bisa juga membawa SK PNS sedangkan untuk karyawan swasta, wajib menyertakan fotokopi surat keterangan dari perusahaan tempat bekerja. Selanjutny, hanya perlu mengisi formulir pendafaran yang tersedia di kantor pajak.