Inilah Caranya Memotret Kehidupan Sehari-Hari

Akusaraprolight – Istilah “Scenic Portrait” atau “Ambient Portrait” merupakan gambar seseorang di dalam lingkungan rumah mereka atau tempat kerja. Ini adalah kesempatan yang baik bagi fotografer untuk mengetahui medan dan portrait menarik dari orang-orang dan menyesuaikan dengan lingkungannya. Ceritakan Kisah Ide dibalik lingkungan portrait adalah untuk mengintegrasikan hal-hal dalam gambar, memberitahu kita sesuatu tentang orang tersebut. Dasarnya adalah latar belakang cerita dan pentingnya menunjukkan objek dan rincian yang menjelaskan siapa orang itu dan apa yang dilakukannya. Untuk memasukkan semua rincian, biasanya diperlukan untuk memilih angle yang lain dari biasanya.

Selain itu, aperture harus ditetapkan lebih rendah untuk meningkatkan kedalaman lokasi, sehingga unsurunsur background dapat ditangkap dengan tajam. Sebagai catatan, selalu ada godaan terlalu kuat untuk fokus pada alat perga dan background saat lingkungan sangat menarik. Seperti semua jenis lain dari portrait, orang harus berada di dalam gambar portrait dan menjadi elemen gambar yang paling penting. Sebelum Anda memutuskan elemen-elemen yang akan ada dan tidak ada di dalam gambar, Anda harus mengenal model Anda lebih baik. Sebelum melakukan pemotretan, kami telah mengamati sementara keadaan sekeliling. Sementara kami melakukan beberapa shoot untuk terbiasa dengan cahaya dan menemukan perspektif yang menari, kami berbicara dengan model.

Cari lokasi yang sesuai dengan sumber cahaya, seperti jendela dan pintu. Jika pencahayaan masih tidak cukup, tambahkan sumber cahaya. Sebagai alternatif cahaya tambahan, bisa menggunakan senter. Cahaya Alami dan Flash Hal ini bermanfaat untuk diketahui, seperti menggambungkan cahaya ambient dan flash. Dalam hal ini, untuk menemukan kombinasi yang seimbang dari ambient dan lampu flash tidaklah mudah. Jika Anda mengatur unit kamera dan flash ke mode manual, Anda bisa secara bertahap bekerja di luar kombinasi terbaik.
Pada prinsipnya, ada dua operasi exposure berbeda,setelahnya cahaya ambient yang ditentukan oleh aperture, shutter speed, dan pengaturan ISO, serta lampu flash.Di sini, shutter speed tidak ditentukan, tetapi tidak boleh lebih tinggi dari sinkronisasi flash (biasanya 1200 atau 1250 detik). Kemudian, beralih pada flash dan mengatur tingkat daya yang diinginkan (misalnya 14 detik). Dengan cara ini, Anda dapat mengetahui keseimbangan optimal antara dua sumber cahaya.