Tech Today – Beema Dan Mullins Regenerasi Ketiga Amd Apu Untuk Platform Mobile

Masih ingat dengan prosesor AMD bernama Brazos Ya, prosesor yang satu ini adalah cikal bakal gabungan prosesor dan grafis dalam satu inti. AMD menyebutnya dengan nama AMD APU. Brazos pertama kali diluncurkan pada tahun 2011 atau lima tahun setelah AMD mengakuisisi pabrikan graphics card ATI pada tahun 2006. Tujuan utama AMD mengakuisisi ATI saat itu tidak lain dan tidak bukan adalah suatu visi dan misi jangka panjang yang revolusioner untuk menggabungkan antara komputasi prosesor dan komputasi grafis dalam satu media yang sama. Inilah cikal bakal dari APU (Accelerated Processing Unit). Akhirnya, setelah riset dan pengembangan yang cukup melelahkan, muncul AMD Brazos sebagai pelopor AMD APU untuk platform mobile yang dirilis untuk pertama kalinya sekaligus menuntaskan tujuan utama AMD saat mengakuisisi ATI.

Setelah berhasil mengembangkan Brazos, AMD terus bekerja keras untuk menghasilkan prosesor APU dengan performa yang lebih baik agar dapat bersaing dengan para kompetitornya. Hasilnya, AMD mengumumkan kemunculan prosesor dengan codename Kabini dan Temash sebagai penerus Brazos. Kabini dan Temash adalah SoC (Socketed on Chip) pertama di dunia yang mampu memberikan performa prosesor x86 quad-core sekaligus menjadi prosesor AMD APU pertama yang dibekali dengan teknologi GCN (Graphics Core Next). Teknologi ini merupakan dasar fundamental utama yang diberikan oleh AMD untuk hampir semua varian graphics card miliknya.

Kabini dan Temash adalah prosesor generasi kedua dari AMD APU untuk platform mobile. Akhir bulan April 2014 lalu, AMD kembali mengumumkan kemunculan prosesor APU generasi ketiga mereka untuk platform mobile yang diberi codename Beema dan Mullins. Nama Beema dan Mullins sendiri diambil dari nama-nama sungai yang ada di India yang memang sudah menjadi codename AMD untuk kategori prosesor mobile. AMD Beema dan Mullins menawarkan peningkatan kemampuan hingga dua kali lipat dibanding generasi sebelumnya dengan menggunakan daya yang lebih rendah. Daya yang lebih rendah adalah senjata utama dan wajib ada untuk bersaing di platform mobile karena penggunaan daya yang lebih rendah tentunya akan berpengaruh secara langsung terhadap daya tahan baterai pada saat digunakan.

Arsitektur Beema dan Mullins didasarkan pada arsitektur Puma+ x86 Core yang tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan arsitektur sebelumnya yang digunakan pada APU Kabini dan Temash yang menggunakan arsitektur Jaguar. Namun beberapa perubahan dan penyempurnaan dilakukan oleh AMD untuk menghasilkan performa komputasi dan grafis yang lebih baik. Pada sisi memori, Beema dan Mullins mengalami peningkatan dengan dukungan penggunaan memori dari DDR3-1600 menjadi DDR3-1866 pada APU Kabini dan Temash. Satu hal yang sangat disayangkan, APU Beema dan Mullins masih menggunakan memori single channel.

Baca Juga : Game Petualangan Offline Yang Asyik Untuk Dimainkan

Dari segi kemampuan grafis, APU Beema dan Mullins dibekali dengan teknologi Graphic Core Next (GCN) yang sama seperti generasi sebelumnya. Kali ini inti prosesor dibekali dengan graphics card Radeon R-Series sebagai senjata utama di sektor grafis karena memiliki kemampuan yang lebih baik. Dengan kemampuan dua kali lipat lebih baik, prosesor tebaru dari AMD ini menawarkan pengalaman visual dan streaming video yang semakin menakjubkan bagi para penggunanya. Hasil pengujian yang CHIP lakukan dapat dilihat pada tabel pengujian pada akhir bahasan Beema dan Mullins.